Browse > Home / Archive by category 'Windows and Proprietary'

| Subscribe via RSS

AntiAlay™; Program Konversi Teks Alay Ke Teks Manusia Normal

August 2nd, 2010 | 5 Comments | Posted in Programming, Windows and Proprietary

Singkat saja, program sederhana ini merupakan buntut dari kekesalan saya setelah beberapa kali mendapatkan e-mail maupun SMS dengan teks alay. Sebenarnya teks alay itu sendiri merupakan kombinasi yang relatif baik bila digunakan untuk password, namuun sungguh, jangan gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol itu dalam bahasa percakapan sehari-hari (idiot)

More »

Tags: , , , ,

Addicted to Hacker Evolution :P

July 7th, 2010 | 2 Comments | Posted in Windows and Proprietary

Well, sebenarnya ini game tahun 2007 dulu, tapi baru sekarang saya mainkan. Dan hasilnya, lumayan mengasyikkan :-P

More »

Tags: , , , ,

CuberStackX – Program Timer Sederhana untuk Speedcubing

June 15th, 2010 | 3 Comments | Posted in Programming, Windows and Proprietary

Karena tidak belum punya uang alias kere untuk membeli Stackmat timer untuk latihan speedcubing yang harganya tembus ratusan ribu, maka saya berinisiatif untuk membuat sebuah program sederhana untuk membantu menghitung waktu penyelesaian Rubik’s Cube yang saya lakukan. So easy, so simple. Dan tentu saja; hemat. Dengan begitu uang ratusan ribu itu bisa ditabung atau bisa juga dibelikan Rubik’s Cube baru :-P

More »

Tags: , , ,

SimpleMath v1.0 – Game Matematika Sederhana

April 21st, 2010 | 2 Comments | Posted in Programming, Windows and Proprietary

Well, pada mulanya program ini dibuat karena iseng. Ya, hanya sekedar iseng! Kemarin, saya membolak-balik buku latihan psikotes, dan sampailah pada halaman tes Pauli-Kraepelin, sebuah tes yang tidak jarang membuat orang yang sedang menjalaninya merasa tertekan. Dan terkenanglah beberapa kali pengalaman saya ketika menjalani tes Pauli-Kraepelin ini. Menghadapi selembar kertas besar seukuran koran pada umumnya, dengan ‘untaian’ angka yang berderet-deret, berpikir keras dan berusaha untuk menyelesaikan tiap baris angka dengan cepat dan tepat tanpa kehilangan fokus. Benar-benar detik-detik yang penuh dengan tekanan.

More »

Tags: , , ,

ShutterDownXP v1.4 Launcher

March 3rd, 2010 | No Comments | Posted in Programming, Windows and Proprietary

Basic information related to this launcher

This launcher was created to handle the ShutterDownXP v1.4 exe manifestation error. What is the ‘exe manifestation’? The exe manifestation is a routine done by common Windows XP programs to adopt current Windows XP’s controls style which gives the programs a nicer look and feel. But the case happened in ShutterDownXP v1.4 is that the exe manifestation seems to conflict with internal code in the program itself.

Note: This bugs only happened in Windows XP but not in newer version of Windows :-)

I know, maybe it’s too late to release this launcher now since ShutterDownXP itself has been released on May 16, 2008 (one year, nine month, and fifteen days–counted from the release date to this launcher release date; March 3, 2010). But, better late than not at all, right?

Here is the screenshot of ShutterDownXP v1.4 with bugs in its configuration window;

More »

Tags: ,

ActiveX Register Agent; Registrasi ActiveX Control Semudah Drag & Drop

February 9th, 2010 | No Comments | Posted in Programming, Windows and Proprietary

ComponentActiveX control, bagi para programmer (terutama mereka yang menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic dan Delphi) merupakan suatu komponen yang dapat mempermudah proses koding mereka.

Namun keberadaan ActiveX control ini terkadang menyusahkan programmer itu sendiri, apalagi setelah menginstal ulang sistem operasi. Menyalin satu persatu file OCX, DLL, dan TLB yang ada ke direktori sistem dan kemudian meregistrasikannya satu persatu pula ke Microsoft(C) Register Server (atau yang lebih familiar dengan sebutan regsvr32.exe) bukanlah suatu pekerjaan yang menyenangkan.

More »

KBBK [Kamus Besar Bahasa Kaskus] v1.5 *Updated* :)

Melanjutkan postingan sebelumnya, setelah mendapatkan beragam respon positif dari para Kaskuser di thread ini, saya jadi termotivasi untuk mengembangkan program ini lebih lanjut :D

Namun, maaf berjuta maaf, saya belum sempat merealisasikan update untuk versi Linux. Untuk sementara, versi Linux yang tersedia hanya versi 1.0 (worship)

Update yang saya lakukan hanya untuk versi Windows :)

More »

KBBK [Kamus Besar Bahasa Kaskus] v1.0

Kamu pendatang baru di Kaskus?

Rada bingung dengan istilah-istilah yang mereka gunakan?

Don’t worry, be happy…

Ini solusinya

*woalah, udah kayak iklan je…* (haha)

More »

Tags: ,

The Art of Computer Virusses

Beberapa saran dari saya, seorang newbie, untuk para virus maker, khususnya mereka yang berasal dari Indonesia. Tulisan ini terinspirasi setelah melihat begitu banyak virus-virus baik lokal maupun internasional yang semakin merajalela. Beberapa diantaranya bahkan mirip antara satu sama lainnya. Well, disini saya tidak akan banyak mengupas virus-virus mana saja yang memiliki kemiripan maupun mana virus yang unggul dan mana yang tidak. Sekali lagi -seperti yang telah saya sebutkan pada pembuka paragraf ini, tulisan ini hanyalah beberapa saran dari saya, seorang newbie, untuk para virus maker. Dan virus yang dimaksudkan disini adalah malware (virus, worm, dan trojan) yang menyerang sistem operasi populer dengan tingkat pembajakan yang luar biasa banyak; Microsoft Windows. Oh ya, saya menulis artikel ini bukan berarti saya bisa membuat virus loh, ya… Mungkin perlu juga ditegaskan, saya bukanlah orang yang ahli dalam bidang virus-memirus :)

More »

Tags: , ,

Pinnacle Studio 11, wuihhh… mantap bro!

Beberapa hari yang lalu saya dapet DVD Pinnacle Studio 11 dari seorang temen. Di DVD tersebut ga cuma ada Pinnacle Studio aja melainkan juga Adobe Premiere CS3, Nero 8, dan Ulead Video Studio 11. Namun sialnya cuma Pinnacle Studio 11 aja yang bisa dibaca dan diinstal, sisanya bikin komputer hang-heng-hong! Apa karena DVD bajakan kali ya? Ya iyalah! Kalo Pinnacle Studio Plus 11 original, mana saya kebeli! :P

Pinnacle Studio 11, sebuah revolusi

Ga berlebihan kalo saya bilang begitu karena sebelumnya saya cuma berkutat di Pinnacle Studio 9 aja, versi Pinnacle Studio yang sering bikin saya stress gara-gara ketidakstabilannya.

Pertama kenal dengan Pinnacle Studio 9 pas semester 5 kemaren, ada mata kuliah produksi siaran TV. Kami yang dibagi kedalam beberapa kelompok kecil praktek membuat semacam film pendek. Saya dan temen-temen yang tergabung dalam tim yang saya namai seenaknya sendiri, Anchur Production (emang ancur tu, mulai dari casting, shooting, sampe produksi). Wakakakakaka… Emang udah jadi tabiat manusia kali yah untuk mengkritik hal-hal yang tidak disukainya. Itu pun terjadi pada kelompok kami, disaat kelompok lain sibuk berkutat dengan tema-tema cinta, hantu, fashion, dsb, kami malah merencanakan sesuatu yang nyeleneh, membuat film tentang hal-hal buruk yang ada dikampus: mulai dari mahasiswanya, dosen-dosennya, fasilitasnya, dsb :P

Jadi deh sebuah film tentang kampus yang berjudul Realita Kampus. Lucunya lagi pas diadain premiere film-film hasil mata kuliah produksi siaran TV dihadapan dosen dan kepala jurusan, film kami malah mendapat banyak pujian. Tidak hanya pujian, ancaman juga! “Film ini hanya untuk orang dalem saja! Jangan disebarluaskan!”. Kira-kira begitu. :P Dan anehnya lagi kelompok Anchur ini menyabet tiga gelar sekaligus! The best support actor: SAYA! the best editing, dan the best soundtrack. Kok bisa begitu ya? Lah, wong file AVI hasil capture dari Movie Box tadi saya bawa pulang ke kosan dan saya edit sendiri di Sheby Machine yang mempunyai spek lebih jelek: Pentium 4 511, 512 mb RAM, VGA onboard Intel GMA 950, harddisk 80 gb, monitor Syncmaster 15 inch. Di kosan, segala sesuatu yang tersembunyi dibalik kode registrasi Pinnacle Studi 9 saya bongkar, dapet keygennya dari internet. Jadi deh, Pinnacle Studio 9 Plus dengan fitur lebih :P Sedangkan temen-temen saya pake yang standar. Curang yak :P

Pengen sie, nguploadnya ke YouTube, tapi kyaaaaaaaa… Filmnya udah ga ada lagi, udah lenyap bersama harddisk saya yang kebakar beberapa waktu yang lalu T_T

Back to Pinnacle Studio 9. Ya, pas produksi menggunakan Pinnacle Studio 9 waktu itu, spesifikasi komputer jurusan yang digunakan boleh dikatakan wah: Pentium D, 2 gb RAM, VGA ATi Radeon X300 128 MB, harddisk 160 gb, monitor LCD flat 17 inch, berikut perangkat capture Pinnacle Movie Box-nya. Namun, meskipun begitu, seringkali komputer mesti di-restart gara-gara hang, dan beberapa kali pula komputer tersebut diinstal ulang!

Tidak begitu halnya dengan Pinnacle Studio 11 Plus ini, sejak dari proses capture, editing, sampe rendering dan burning, semuanya berjalan lancar, begitu stabil. Dan efek-efek yang ditawarkan pun lebih leluasa, dengan transisi-transisi baru yang menawan hati :) Benar-benar memanjakan penggunanya. Jadi pengen nyoba bapaknya Pinnacle Studio neh, Avid. Tapi blom dapet programnya :(

Ng-edit video sunatan, wadoh!

Ya, kemaren dapet order buat ngedit video sunatan. Sigghhh… Saya paling ga tahan kalo melihat yang begituan, mana ada darah-darahnya pula! Tapi saya paksain aja ngerjainnya, dengan sedikit menahan rasa eneg tentunya :P Ya, itu resikonya :P

Doh, stuck neh, bingung mo nulis apalagi, gw publish dulu yang ini deh. Ntar nyambung nulis hal-hal aneh lainnya… :)