<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Idrus Fhadli's Blog &#187; Personal</title>
	<atom:link href="http://idrus.net/tag/curhatan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://idrus.net</link>
	<description>read my mind but don't kill my kind(ness)</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Apr 2012 14:02:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<image>
  <link>http://idrus.net</link>
  <url>http://xvader.110mb.com/favicon.ico</url>
  <title>Idrus Fhadli's Blog</title>
</image>
		<item>
		<title>Between the Success, Failure, Smart, and Dumb</title>
		<link>http://idrus.net/2011/07/31/between-the-success-failure-smart-and-dumb.shtml</link>
		<comments>http://idrus.net/2011/07/31/between-the-success-failure-smart-and-dumb.shtml#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 13:36:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xvader</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idrus.net/?p=1229</guid>
		<description><![CDATA[Have you ever feel that you are a success person? Have achieved all a man&#8217;s success criteria. Citing a hadith from Abu Daud, as narrated by our prophet Muhammad; &#8220;A man&#8217;s key of happiness in life are: 1) a virtuous wife, 2) a nice vehicle, and 3) a home full of love.&#8221; Yeah, that feels [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Have you ever feel that you are a success person? Have achieved all a man&#8217;s success criteria. Citing a hadith from Abu Daud, as narrated by our prophet Muhammad;</p>
<p><span id="more-1229"></span><em></em></p>
<blockquote><p><em>&#8220;A man&#8217;s key of happiness in life are: 1) a virtuous wife, 2) a nice vehicle, and 3) a home full of love.&#8221;</em></p></blockquote>
<p>Yeah, that feels great! It makes us like a lucky man in the world! But, what if you encounters some failure which makes you feel like a dumb person, while the others are the smart one. Fufufu&#8230; That feeling must be hurting a bit.</p>
<p>I am the success guy, I am a smart guy, I am the lucky guy, I have much money, I am rich but also I am the son of failure, I am a dumb-ass, I have no money at all, and I am a poor guy&#8230; That words sometimes flew over and over my head, makes me stuck to some kind of strange feelings. I need a break. I need to revolt. I need some fresh breathe which transfers some positive energy to awaken all my potential&#8230;</p>
<p>Well, don&#8217;t ask me what did I try to explain in this silly post. Because, even me myself don&#8217;t know what the point I want to share. I just want to write something&#8230; <img src='http://idrus.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idrus.net/2011/07/31/between-the-success-failure-smart-and-dumb.shtml/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Long and Winding Road</title>
		<link>http://idrus.net/2008/12/19/the-long-and-winding-road.shtml</link>
		<comments>http://idrus.net/2008/12/19/the-long-and-winding-road.shtml#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 09:40:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xvader</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[skripsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idrus.net/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[The wild and windy night That the rain washed away Has left a pool of tears Crying for the day Why leave me standing here Let me know the way Menurut saya cukup pantas bila perjalanan skripsi saya diibaratkan dengan salah satu judul lagu The Beatles diatas, The Long and Winding Road, jalan yang panjang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-480" title="graduation-des-08" src="http://idrus.net/wp-content/uploads/2008/12/graduation-des-08.jpg" alt="graduation-des-08" width="448" height="336" /></p>
<p><em>The wild and windy night<br />
That the rain washed away<br />
Has left a pool of tears<br />
Crying for the day<br />
Why leave me standing here<br />
Let me know the way<br />
</em></p>
<p>Menurut saya cukup pantas bila perjalanan skripsi saya diibaratkan dengan salah satu judul lagu The Beatles diatas, The Long and Winding Road, jalan yang panjang dan berangin.</p>
<p><span id="more-481"></span></p>
<p>Sejak akhir November lalu, kami (saya dan kedua teman saya) telah sepakat untuk segera melakukan pra-uji (uji validitas media sebagai instrumen penelitian eksperimental). Media telah dicetak dan digandakan (yang sempat membuat printer teman saya drop), kuesioner telah difotokopi, surat pengantar dari fakultas telah dibuat, dan kami pun meluncur ke SMP tempat kami akan melakukan pra-uji. Di SMP tersebut kami telah bertemu dan berbicara serta meminta izin kepada kepala sekolahnya. Dengan berbagai pertimbangan, sang bapak kepala sekolah memberikan kami izin dan waktu pelaksanaan pra-uji pada Jum&#8217;at, 19 Desember 2008.</p>
<p>Kemarin (18/12), kedua teman saya datang lagi ke SMP tersebut guna mengonfirmasi pelaksanaan pra-uji kami yang akan dilaksanakan keesokan harinya. Tapi, ternyata Allah berkehendak lain, pihak sekolah tidak menyanggupi untuk menyediakan suasana kelas yang kondusif karena suasana class meeting dan lusa esoknya (Sabtu, 20/12) adalah hari pembagian raport. Pihak sekolah menawarkan untuk mengundur waktu pra-uji hingga satu minggu setelah sekolah masuk kembali, sekitar tanggal 12 Januari. Tiga minggu dari hari ini&#8230; *sigh*</p>
<p>Dan selama tiga minggu lagi kami akan terlunta-lunta&#8230; :(</p>
<p>Kemarin juga bertepatan dengan pelaksanaan wisuda periode Desember. Periode wisuda yang sejak September lalu telah kami nobatkan agar kami berada dan berbahagia bersama para wisudawan lainnya. Tapi&#8230;</p>
<p>Undangan untuk menghadiri syukuran dari teman-teman yang wisuda berdatangan. Siang harinya saya dan tiga teman saya meluncur ke rumah salah satu teman. Namun malangnya, hujan deras merundung kami ditengah perjalanan. Awan gelap. Segelap suasana hati saya dan kedua teman saya yang terlibat dalam proyek skripsi yang sama.</p>
<p>September lewat, Desember lewat&#8230; Berikutnya adalah Maret. Akankah kami dapat mencapainya? Akankah Gaudeamus Igitur itu akan disenandungkan untuk kami? Akankah gelar itu akan segera kami capai? Dan bagi saya, akankah cuti bulan maret yang telah dipersiapkan oleh ayahanda saya akan diwarnai oleh kelulusan putranya ini?</p>
<p>Kami mendambakanmu, Gaudeamus Igitur&#8230;<em></em></p>
<p><em>Vivat academia (Long live the academy!)<br />
Vivant professores (Long live the teachers!)<br />
Vivat membrum quodlibet (Long live each male student!)<br />
Vivat membra quaelibet (Long live each female student!)<br />
Semper sint in flore. (May they always flourish!)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idrus.net/2008/12/19/the-long-and-winding-road.shtml/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dirgahayu #63 Indonesiaku, &#8216;Rumah&#8217; Baru, dan Balada Pengusiran dari Kosan</title>
		<link>http://idrus.net/2008/08/17/dirgahayu-63-indonesiaku-rumah-baru-dan-balada-pengusiran-dari-kosan.shtml</link>
		<comments>http://idrus.net/2008/08/17/dirgahayu-63-indonesiaku-rumah-baru-dan-balada-pengusiran-dari-kosan.shtml#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 09:11:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xvader</dc:creator>
				<category><![CDATA[News and Information]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[balada]]></category>
		<category><![CDATA[dirgahayu]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kost]]></category>
		<category><![CDATA[pengusiran]]></category>
		<category><![CDATA[skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idrus.net/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Dirgahayu Indonesiaku #63 Tak terasa, 63 tahun sudah kita merdeka. Bebas dari cengkeraman penjajahan para kolonial. Tapi, apakah kita benar-benar telah merdeka seutuhnya? Apakah sudah tak ada lagi jiwa-jiwa tertindas? Oleh pemerintahan? Ataupun oleh sistemnya? Bagaimana dengan neokolonialisme? Entahlah&#8230; Tapi saya merasa Indonesia belum merdeka seutuhnya :( Eniwey, DIRGAHAYU INDONESIAKU!!! Mari kita merdekakan bangsa ini!!! [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Dirgahayu Indonesiaku #63</h3>
<p>Tak terasa, 63 tahun sudah kita merdeka. Bebas dari cengkeraman penjajahan para kolonial. Tapi, apakah kita benar-benar telah merdeka seutuhnya? Apakah sudah tak ada lagi jiwa-jiwa tertindas? Oleh pemerintahan? Ataupun oleh sistemnya? Bagaimana dengan neokolonialisme? Entahlah&#8230; Tapi saya merasa Indonesia belum merdeka seutuhnya :(</p>
<p>Eniwey, DIRGAHAYU INDONESIAKU!!! Mari kita merdekakan bangsa ini!!! SEUTUHNYA!!!</p>
<p><span id="more-15"></span></p>
<h3>Rumah Baru</h3>
<p>Saya habis pindah rumah? Rumah beneran? O tentu bukan :P</p>
<p>Yang saya maksudkan dengan rumah disini adalah blog. Pindah rumah alias pindah blog dari blogger (<a href="http://xvader.blogspot.com" target="_blank">http://xvader.blogspot.com</a>) ke platform WordPress dengan hosting dan domain sendiri (<a href="http://idrus.net" target="_blank">http://idrus.net</a>).</p>
<p>Ya, semua catatan saya yang entah berguna entah tidak (tapi saya berharap ada yang berguna), mulai hari ini akan saya tuangkan ke blog ini :)</p>
<p>Mengapa saya pindah blog? Hmmm&#8230; Kalo ditanya seperti itu sie, saya rada gagap juga mau jawabnya gimana. Tapi intinya:</p>
<ul>
<li>Saya bosan di Blogger.com, dan ingin mencoba suasana baru.</li>
<li>Saya ingin menikmati kebebasan eksplorasi di WordPress. Eksplorasi yang gimana sie? Yaaa&#8230; Segala macam eksplorasi dan kebebasan yang ditawarkan oleh WordPress. Misalnya: kebebasan modifikasi themes (sampai ke akar-akarnya) yang bisa dilakukan secara offline (localhost), penggunaan berbagai macam plugins dan enhancement yang ditawarkan WordPress, dsb.</li>
<li>Dengan hosting dan domain sendiri, itu juga berarti bahwa saya bisa belajar bagaimana mengelola serta memanajemen webhost.</li>
<li>Ingin tampil lebih pede aja :P</li>
<li>Dsb.</li>
</ul>
<p>Emang sie, dengan berpindah blog ditambah pula menggunakan domain baru, itu berarti saya harus memulai semuanya dari awal lagi; <em>blogwalking </em>dan memperkenalkan blog ini, menjalin relasi melalui <em>blogroll</em>, mengumpulkan poin-poin <em>Google PageRank</em> mulai dari &#8217;0&#8242; (nol) lagi, dsb.</p>
<p><em>But, it&#8217;s okay.</em> Seperti kata seseorang;<em> &#8220;Turn it into a joy, play it like a toy, and you&#8217;ll enjoy! Whatever is it!&#8221; </em>:)</p>
<h3><strong>Balada Pengusiran dari Kosan</strong></h3>
<p>Huahahahahaha&#8230; Yang ini nih yang sempet bikin saya kesel sekaligus marah sama si ibu kos. Emang gimana ceritanya?</p>
<p><em>Here the story goes&#8230;</em></p>
<p>Sejak akhir Juli lalu, si ibu kos telah gesit mengumpulkan uang sewa kosan dari anak-anak yang ingin memperpanjang sewanya. Tak terkecuali saya. Beberapa kali ditanya, <em>&#8220;Kamu memperpanjang kosan disini lagi ga? Kalo iya, kapan mau bayar?&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Iya bu, saya akan memperpanjang kosan di kamar yang sama untuk jangka waktu satu tahun kedepan. Insya Allah saya akan bayar sekitar tanggal 20-an,&#8221;</em> Jawab saya.</p>
<p><em>&#8220;Ya, kalo bisa dipanjar aja dulu, sebagai bukti kalo kamu serius.&#8221;</em><br />
<em><br />
&#8220;Duh, saya ga tau bu kalo masalah panjar-memanjar. Soalnya sejak awal, saya ga pernah memanjar. Selalu saya bayar cash, di muka. Biar urusannya sekali beres.&#8221;</em></p>
<p>Dialog itu terjadi ga cuma sekali, tapi telah berkali-kali. Dan puncaknya kemaren (16/8), seorang temen kosan memberitahu saya kalo si ibu kosan menyuruh saya menghadap. Yep, saya langsung bergegas menemuinya. But, ketika sampai di pintu rumah si ibu kos, seorang temen kosan yang lain memberikan saya sepucuk kertas yang bertuliskan:</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><em>&#8220;Saudara Idrus, tolong kamar pas tanggal masuk anda dikosongkan karena sudah diisi orang lain. Karena anda tidak ada perpanjangan waktu (pasal tanda perpanjangan dengan Ibu kost. Harap maklum.&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-16 aligncenter" style="border: 5px solid black; margin-top: 5px; margin-bottom: 5px;" title="surat-pengusiran" src="http://idrus.net/wp-content/uploads/2008/08/surat-pengusiran-224x300.jpg" alt="" width="289" height="378" /></p>
<p>Anjrit!!! Apa-apaan ini? Apakah ini surat pengusiran? Entah tuli budeg atau apalah si ibu kos ini? Sudah berkali-kali saya bilang kalo akan membayar sewa kos sekitar tanggal 20-an Agustus. Paling lambat tanggal 25 Agustus! Lah, wong masa masa sewanya aja belom habis, berakhir tanggal 3 September. Ini kok malah kayak ga sabaran begini sih?! Pake perantara surat pula! Kenapa ga ngomong langsung?! Apa dia takut?!</p>
<p>Saya bergegas mencarinya, masuk ke rumahnya, dan memanggil-manggilnya. Namun tiada jawaban! Dua kali saya mencarinya tapi si ibu kos tidak juga menampakkan batang hidungnya. Dan setelah ketiga kalinya mondar-mandir dari kamar kosan saya ke rumah si ibu kos, akhirnya saya &#8216;menemukannya&#8217; sedang mencuci piring. Langsung aja saya tanya perihal &#8216;surat pengusiran&#8217; tadi. Debat panjang pun tak terelakkan. Dia ngotot, saya makin ngotot. Sebuah kesalahan besar mengajak saya adu mulut disaat pikiran saya tengah berkecamuk setelah merombak bab 1 skripsi saya yang beberapa hari sebelumnya dicoret-coret oleh dosen pembimbing saya.</p>
<p>Karena kesal dengan sikapnya, akhirnya saya dengan tegas dan dengan nada keras, memberikan pernyataan: <em>&#8220;Oke bu, kalo emang itu kemauan ibu, saya ga bisa menentang! Saya keluar dari kosan ini! Tapi harap ingat bahwa saya masih punya hak meninggali kamar saya yang sekarang ini sampai tanggal 3 September nanti, sampai waktu kontraknya habis!&#8221;</em></p>
<p>Dan si ibu kos diam tak bicara lagi.</p>
<p>Kata temen kosan saya sih, si ibu kos itu cuma gertak sambel doank supaya anak-anak kosan (khususnya saya) segera membayar uang perpanjangan sewa kosan. Tapi, lagi-lagi sebuah kesalahan besar, menegur dan menagih uang kosan kepada saya dengan cara &#8216;hina&#8217; seperti itu.</p>
<p>Mulai hari ini saya akan survey kosan baru yang lebih baik untuk saya tinggali selama 6 bulan kedepan (saya menargetkan untuk lulus bulan Desember ini, Insya Allah, doakan saya ya).</p>
<p>Ngomong-ngomong soal kosan yang sekarang beserta ibu kosnya. Wuih, kalo anda yang tinggal disini sih, sudah dapat saya pastikan anda pun pasti akan merasa kesal karena ulahnya, khususnya masalah yang berkaitan dengan uang. Sudah begitu banyak aib dan kecurangan si ibu kos ini terhadap kami. Mulai dari <a href="http://xvader.blogspot.com/2007/05/sehari-tanpa-listrik.html" target="_blank">pemutusan aliran listrik blok tengah (kamar saya berada di blok ini) oleh PLN gara-gara penunggakan hingga beberapa bulan</a>, masalah utang-piutang, dan berbagai kelicikan serta akal bulus yang senantiasa dia &#8216;apply&#8217; kepada kami, para penghuni kosan demi menangguk untung sepihak (khususnya uang). Namun anehnya dia dapat dikatakan jarang menegur tingkah laku saya, pun dia tidak pernah berusaha untuk mencurangi saya dalam hal keuangan (meminjam uang kepada saya, misalnya), dsb. Selain itu, di kosan, saya juga dikenal sebagai anak yang paling membangkang. Beberapa hari yang lalu juga dia habis memasang sebuah &#8216;plakat peraturan&#8217; di dekat kamar mandi depan yang berbunyi: &#8220;Dilarang mencuci di kamar mandi depan. Hemat air. Musim kemarau telah tiba. Harap mencuci di kamar mandi belakang.&#8221; Loh? Apa sih maksudnya? Apa sih bedanya? Antara mencuci di kamar mandi depan dan belakang dengan hemat air? Bener-bener aneh! Yep, as you all think, saya dengan cuek bebek mencuci di kamar mandi depan. Sampe ditegor sama dia sie, disuruh pindah ke kamar mandi belakang. Tapi saya ga mau. Toh, saya mencuci pakaian cuma seminggu sekali, itupun ga banyak.</p>
<p>Jangan ditanya mengenai aib si ibu kos ini lebih jauh deh. Terlalu banyak. Dan ga bakal bisa dituangkan dalam sebuah-dua buah posting paling panjang sekalipun dalam blog.</p>
<p>Intinya, saya senang bisa keluar dari kosan yang sekarang ini. Seperti keluar dari lingkaran setan. Yaaa&#8230; Walaupun harus repot pindahan. Dan tadi siang saya telah &#8216;menemukan&#8217; satu kosan baru yang Insya Allah lebih baik :)</p>
<p><em>&#8220;Turn it into a joy, play it like a toy, and you&#8217;ll enjoy! Whatever is it!&#8221; :)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idrus.net/2008/08/17/dirgahayu-63-indonesiaku-rumah-baru-dan-balada-pengusiran-dari-kosan.shtml/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

