Browse > Home /

| Subcribe via RSS

Psikologi Dunia Maya

May 22nd, 2009 | 4 Comments | Posted in Communication, Net, Nganar

CATATAN: ARTIKEL INI HANYA PEMIKIRAN DANGKAL SAYA (SEORANG YANG TIDAK MENDALAMI DAN TIDAK BERKECIMPUNG DI DUNIA PSIKOLOGI) DAN HANYA MENGACU PADA LITERATUR SEADANYA. PENGGUNAAN UNTUK LINGKUNGAN AKADEMIS TIDAK DISARANKAN.

Forewords

Teknologi komunikasi dan informasi merupakan salah satu sendi kehidupan manusia modern yang berkembang dengan sangat cepat. Dan perangkat hebat yang mendasarinya tidak lain dan tidak bukan adalah komputer. Cikal bakal komputer telah ditemukan kurang lebih 5000 tahun yang lalu, dalam rupa sebuah mesin hitung sangat sederhana dan masih tradisional, Abacus. Yang kemudian terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Komputer modern sendiri mulai berkembang sejak era perang dunia I dan II. Namun kini ia telah menjelma menjadi sebuah mesin elektronik dengan kapasitas dan kemampuan yang luar biasa. Meskipun konsep kerjanya masih berkutat dengan logika 0 dan 1.

Perkembangan teknologi komputasi itu turut melahirkan generasi-generasi penerus perangkat teknologi komunikasi dan informasi. Hal itu tentu saja turut mempengaruhi dan merubah cara manusia berkomunikasi. Berkat kontribusi ARPA (Advanced Research Project Agency – Departemen Pertahanan Amerika Serikat), internet dapat ditemukan. Dan kini, internet merupakan salah satu sarana berkomunikasi dan bertukar informasi yang efektif dan efisien. Beragam fasilitas ditawarkan oleh internet, diantaranya; IRC (Internet Relay Chat; mIRC, x-chat, dsb), Instant Messaging (Yahoo! Messenger, Windows Live, dsb), E-Mail (Electronic Mail), WWW (World Wide Web), VoIP (Voice over Internet Protocol; Skype, dsb), dan lain sebagainya. Ditambah lagi dengan semakin berkembangnya platform Web 2.0 yang menurut saya agak mirip dengan konsep demokrasi; dari pengguna, oleh pengguna, dan untuk pengguna. Beragam platform Web 2.0 diantaranya; Blog, situs-situs social networking (Facebook, Multiply, Friendster, dsb), hingga platform micro-blogging (Plurk, Twitter, dsb). Selain itu telah banyak situs-situs konvensional yang kini mulai beralih ke platform Web 2.0.

Derasnya penetrasi internet di masyarakat, tak pelak lagi turut mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat tersebut. Khususnya cara mereka berkomunikasi antara satu sama lain. Marshall McLuhan dalam karyanya “The Medium is the Message” mengklaim bahwa:

“suatu alat (atau suatu proses teknologi) modern – elektronik – memberikan bentuk baru dan merestrukturisasi skema ketergantungan sosial layaknya setiap aspek kehidupan pribadi kita… Kehidupan sosial lebih bergantung pada sifat dasar alat tersebut, yang menyebabkan orang-orang saling bertentangan antara satu sama lain, daripada terhadap konteks komunikasi itu sendiri. Kurangnya pengetahuan apa dan bagaimana komunikasi itu akan menyebabkan seseorang kurang memahami perubahan sosial dan budaya.”

Dalam tulisan ini, saya akan mencoba mengurai garis besar mengenai fenomena internet secara psikologis dan sosiologis terhadap kehidupan manusia modern.

More »

Tags: , , , , , ,

Facebook: Status Penting, Status Gak Penting

May 18th, 2009 | 11 Comments | Posted in Net

Facebook, platform social networking besutan Mark Zuckerberg yang berawal dari ruang kamarnya di Harvard beberapa tahun lalu, kini semakin populer dan semakin dalam menancapkan kuku-kukunya ke para pengguna internet, khususnya Indonesia. Bila dulu di Indonesia, Friendster menjadi raja, sekarang perlahan tapi pasti posisi itu mulai tergeser oleh Facebook.

More »

Tags: ,