Menerapkan Efek Genie di Compiz Layaknya Mac OS X
Desktop Linux pun bisa tampil ciamik!
Tags: Compiz, Genie Effects, Linux, Mac OS X, Magic Lamp Effects, ubuntuDesktop Linux pun bisa tampil ciamik!
Tags: Compiz, Genie Effects, Linux, Mac OS X, Magic Lamp Effects, ubuntuWell, ini tulisan pertama untuk bulan ini. Semenjak keluar dari rumah sakit beberapa minggu yang lalu karena terserang demam berdarah, semangat saya untuk menumpahkan apa yang ada dalam pikiran ke dalam bentuk tulisan menjadi sedikit menurun. Dan semoga dengan tulisan ini, semangat menulis itu kembali muncul. Yup, enough for the intermezzo, now let’s start our topic
Well, Ubuntu 10.04 Lucid Lynx LTS (Long Term Support) will be released in the next few days. Sure, I can’t wait this release to come and installed on my computer. Right now, I’m using Mac OS X Leopard (Hackintosh) 10.5.2, just for learning purposes. Mac OS X is a great operating system, though. Its sleek visual and usability design makes me feel comfortable to use it for a long time. But, because it is a pirated version of Mac OS X, there were many bugs in it. Sometimes the bugs annoying that much! Which makes me mad! The installed softwares are also 80% pirated versions; Parallels Desktop, Microsoft Office 2008, Adobe softwares, Transmit, iLife 2008, etc. Hope the latest version of Ubuntu offers many improvements
Can’t wait to come back to Ubuntu!
Mungkin bukan hanya saya yang sempat mengalami hal ini, yakni output volume yang kecil bahkan hampir tidak terdengar sama sekali ketika memainkan video maupun audio menggunakan GNOME MPlayer.
Tags: gnome, gnome mplayer, Linux, mplayer![]()
Ya! Buat kamu yang belum pernah mencoba menggunakan sistem operasi yang identik dengan logo pinguin ini, ada baiknya untuk tidak mencoba memakainya! Loh? Kenapa? Berikut beberapa alasan untuk tidak menggunakan Linux.
Yayaya…
Linux memang mengasyikkan dan bisa membuat lupa waktu bila sudah terbuai larut kedalamnya. Namun, bagi umat Islam, tentu saja ada kewajiban utama yang mesti dilakukan setiap hari sepanjang hidupnya, yakni sholat 5 waktu. Ehm, ada loh orang yang tahan duduk berjam-jam sembari memelototi layar monitornya yang menjalankan distribusi Linux favorit di atas desktop yang eye-catching pula, GNOME. Yang saking keasyikannya ia malah melewatkan waktu sholat, dengan alasan, “duh, kok gak kedengeran suara adzan sie?” Eh… eh… eh… ini bukan curhat tentang saya loh! *ngeles mode on* :P
Bila di Windows, ada Ebta Setiawan dengan program Shollu-nya maka di Linux, adalah Djihed Afifi <djihed@gmail.com>, salah seorang yang peduli kepada para pengguna Linux yang muslim, dengan membuat sebuah program pengingat waktu sholat untuk desktop GNOME pada khususnya dan beragam distribusi Linux pada umumnya. More »
Tags: adzan, Linux, minbar, prayer times, ubuntu, ubuntu me, ubuntu moslem editionBaru ngeh kemarin sore, ketika mengunjungi http://ansav.com/download/ guna mendownload Ansav/update database terbarunya. Ternyata 4nv|e, programmer Ansav, telah merilis Ansav versi Linux. Versi 2.0.11 beta-3, well… masih rilis beta memang.


Lynx, apa sih Lynx itu?
Lynx = link?
Hmmm… Mungkin *ngeles mode on* :P
Yupe, browser free dan open source bawaan keluarga Unix ini memang terbilang powerful. Yaaa… walaupun cuma text based alias teks doank, ga bisa nampilin gambar dan hal itu juga berarti bahwa website yang ditampilkan akan jauh dari kata indah dan menawan. Tapi bagi saya that’s not a problem. Informasi lebih berarti daripada gambar, bukan?
Tags: browser, Internet, Linux, lynxYayaya…
Beberapa waktu lalu, bokap beli modem CDMA Venus VT-12 beserta kartu perdana StarOne. Karena komputer rumah pake Windows (Vista) maka ga ada masalah berarti saat menginstal dan menggunakan modem tersebut. Lancar-lancar aja… :P
Nah, dalam kasus kali ini, saya menggunakan mesin portabel saya, Acer 2920 *saya namain: sheby-crawler, hihihi… :P*, dengan sistem operasi utama Ubuntu 8.04 Hardy Heron. Ketika pertama kali mengkonfigurasikannya, rada bingung juga sie (maklum, saya masih newbie juga… :D), beberapa kali gonta-ganti setting namun belum juga menampakkan hasil yang memuaskan.
Karena ga sabaran lagi, saya search di Google, namun beberapa tutorial yang saya temukan tampaknya kurang memuaskan. Jadi deh, tu artikel saya kombinasikan dengan modus trial and error alias coba-coba.
Here we goes…
Tags: cdma, Internet, Linux, modem, ubuntu