<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Idrus Fhadli's Blog &#187; love</title>
	<atom:link href="http://idrus.net/tag/love/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://idrus.net</link>
	<description>read my mind but don't kill my kind(ness)</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 13:52:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
<image>
  <link>http://idrus.net</link>
  <url>http://xvader.110mb.com/favicon.ico</url>
  <title>Idrus Fhadli's Blog</title>
</image>
		<item>
		<title>When a Man Lost a Woman</title>
		<link>http://idrus.net/2008/08/23/when-a-man-lost-a-woman.shtml</link>
		<comments>http://idrus.net/2008/08/23/when-a-man-lost-a-woman.shtml#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 12:57:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xvader</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Stories and Inspirations]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[sweetheart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idrus.net/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Tanyakan pada laki-laki itu tentang duka akibat perpisahan, dia tidak akan menjawab apa-apa, kecuali saputan mendung di wajahnya. Tanyakan pada laki-laki itu perihnya pengkhianatan, kau akan melihat kedua tangannya terkepal dan rahangnya mengeras karena amarah. Tanyakan pada laki-laki itu pedihnya kehilangan orang yang disayang, dia masih bertahan dalam bisunya tapi air matanya tak sanggup ditahannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Tanyakan pada laki-laki itu tentang duka<br />
akibat perpisahan, dia tidak akan menjawab apa-apa,<br />
kecuali saputan mendung di wajahnya.<br />
Tanyakan pada laki-laki itu perihnya pengkhianatan,<br />
kau akan melihat kedua tangannya terkepal<br />
dan rahangnya mengeras karena amarah.<br />
Tanyakan pada laki-laki itu pedihnya kehilangan orang<br />
yang disayang, dia masih bertahan dalam bisunya<br />
tapi air matanya tak sanggup ditahannya lagi.<br />
Tetapi&#8230; coba tanyakan padanya, mengapa sudi<br />
dipecundangi cinta. Yakinlah, laki-laki itu pasti tertawa.<br />
Menertawakan pertanyaanmu yang dianggapnya bodoh,<br />
lalu berkata, &#8220;Kalau kau pernah mengecap cinta,<br />
kau tak akan pernah bertanya,&#8221;</em><br />
<span id="more-19"></span><br />
Itulah sepenggal kalimat di sampul belakang novel karangan Ita Sembiring, <a href="http://www.bukukita.com/Cerita-Fiksi/Romance/54280-When-a-Man-Lost-a-Woman.html?PHPSESSID=a8c981c7740784c0db6739acd220d0f7" target="_blank"><em>When a Man Lost a Woman</em></a>, ketika seorang lelaki kehilangan seorang wanita (pujaannya). Dan penggalan kalimat itu pula lah yang menarik hati saya untuk memboyong pulang novel ini sekitar setahun yang lalu ketika jalan-jalan ke <a href="http://gramedia.com" target="_blank">Gramedia</a> di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandung" target="_blank">Kota Kembang</a> bareng temen-temen saya.</p>
<p>Kenapa sih nulis tentang ini? Hihihi&#8230; Karena komentar <a href="http://riavenclaw.blogspot.com" target="_blank">temen saya yang satu ini</a> di halaman <a title="Pustaka Mini" href="http://idrus.net/pustaka-mini" target="_blank">Pustaka Mini</a> <a href="http://idrus.net" target="_blank">blog ini</a> :) <em>But,</em> disini saya bukan mau membahas mengenai novel. Melainkan <em>just asking a relax question, what would you do when you lost your sweetheart?</em></p>
<p>Hmmm&#8230; Ada yang menangis tersedu-sedu, ada yang marah bahkan mengamuk, ada yang cuek bebek, ada yang memanjatkan syukur karena telah keluar dari <em>&#8216;neraka jalinan cinta</em>&#8216;, ada yang tertawa terbahak-bahak, dan lain-lain. Tambahkan sendiri bila ada yang kurang <em>*hihihi&#8230;*</em></p>
<p><em>What? You ask me? What would I do when I lost my sweetheart?</em></p>
<p>Jawabannya seperti penggalan kalimat diatas. Yang mana? Nuu&#8230; yang paling atas posting ini :P But, <em>the two I hate most is:</em> dibohongi dan dikhianati. Dan maaf saja bila karena itu sikap saya (kepadanya) berubah :)</p>
<p><em>Got it?</em></p>
<p><em>*huaaahhh&#8230; another posting ngawur dari saya&#8230;*</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idrus.net/2008/08/23/when-a-man-lost-a-woman.shtml/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

