<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Idrus Fhadli's Blog &#187; Lucid Lynx</title>
	<atom:link href="http://idrus.net/tag/lucid-lynx/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://idrus.net</link>
	<description>read my mind but don't kill my kind(ness)</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 13:52:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
<image>
  <link>http://idrus.net</link>
  <url>http://xvader.110mb.com/favicon.ico</url>
  <title>Idrus Fhadli's Blog</title>
</image>
		<item>
		<title>Ubuntu 10.04 Lucid Lynx; Pandangan Pertama</title>
		<link>http://idrus.net/2010/05/23/ubuntu-10-04-lucid-lynx-pandangan-pertama.shtml</link>
		<comments>http://idrus.net/2010/05/23/ubuntu-10-04-lucid-lynx-pandangan-pertama.shtml#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 May 2010 03:11:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xvader</dc:creator>
				<category><![CDATA[FOSS and Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Canon]]></category>
		<category><![CDATA[Lucid Lynx]]></category>
		<category><![CDATA[Mac Desktop]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idrus.net/?p=929</guid>
		<description><![CDATA[Well, ini tulisan pertama untuk bulan ini. Semenjak keluar dari rumah sakit beberapa minggu yang lalu karena terserang demam berdarah, semangat saya untuk menumpahkan apa yang ada dalam pikiran ke dalam bentuk tulisan menjadi sedikit menurun. Dan semoga dengan tulisan ini, semangat menulis itu kembali muncul. Yup, enough for the intermezzo, now let&#8217;s start our [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Well</em>, ini tulisan pertama untuk bulan ini. Semenjak keluar dari rumah sakit beberapa minggu yang lalu karena terserang demam berdarah, semangat saya untuk menumpahkan apa yang ada dalam pikiran ke dalam bentuk tulisan menjadi sedikit menurun. Dan semoga dengan tulisan ini, semangat menulis itu kembali muncul. Yup, <em>enough for the intermezzo, now let&#8217;s start our topic</em> <img src='http://idrus.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-929"></span></p>
<p>Sistem operasi teranyar besutan Canonical yang dirilis pada 29 April lalu, Ubuntu 10.04 Lucid Lynx, menyuguhkan beragam peningkatan fitur dan kemudahan bagi penggunanya. Dilabeli <em>“Long Term Support”</em> atau yang biasa disingkat LTS, Canonical menjanjikan dukungan <em>update</em> selama tiga tahun untuk versi <em>desktop</em> dan lima tahun untuk versi <em>server</em>, berbeda dengan versi selain LTS, yang hanya mendapatkan dukungan <em>update</em> selama 18 bulan.</p>
<p>Adapun saya sendiri, versi terakhir yang saya gunakan adalah Ubuntu 8.04 Hardy Heron LTS, yang dirilis pada April 2008 lalu. Ya, saya sempat melewatkan tiga rilis setelahnya; 8.10 Intrepid Ibex, 9.04 Jaunty Jackalope, dan 9.10 Karmic Koala. Sehingga tidak aneh ketika pertama berhadapan dengan Lucid Lynx ini, saya cukup terpana dengan perkembangan yang ada.</p>
<p>Dibekingi kernel versi 2.6.32-21 (2.6.32-22, update terakhir ketika artikel ini ditulis), ranah interaksi tatap muka GNOME Desktop versi 2.30.0, Plymouth yang menggantikan Usplash membuat proses <em>boot</em> dan <em>shutdown</em> menjadi lebih cepat, tema desktop yang lebih <em>eye catching</em> dan bernuansa elegan meskipun warna yang digunakan cenderung gelap, dukungan dan integrasi terhadap <em>social network</em>, serta dukungan beragam perangkat lunak dengan versi teranyar, membuat Lucid Lynx menjadi sistem operasi yang <em>powerful</em> dan dengan segera membuat saya jatuh hati <img src='http://idrus.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/tongue.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Namun, saya sedikit kaget ketika selesai menginstal Lucid Lynx untuk pertama kalinya di laptop Acer Aspire 2920, saya tidak menemukan GIMP, padahal ketika itu saya membutuhkannya untuk mengutak-atik foto diri saya yang akan dimasukkan ke dalam <em>curriculum vitae</em> yang baru saya <em>edit</em>. Setelah berselancar di lautan informasi dengan berpanduan arah dari Mbah Google, saya menemukan beberapa artikel yang menjelaskan alasan dihapuskannya GIMP dari paket instalasi standar Lucid Lynx, yakni; GIMP dianggap sebagai <em>tool</em> untuk pengguna tingkat menengah, dan tidak semua pengguna menggunakannya. Hmpf, tidak semua bukan berarti tidak ada sama sekali, bukan? Beruntunglah DVD-DVD <em>repository</em> yang saya pesan dari Juragan Kambing telah duduk manis di meja kamar saya, proses instalasi GIMP pun dapat berjalan segera tanpa harus terkoneksi ke dunia maya.</p>
<p><span style="font-size: medium;"><strong>Lucid Lynx Rasa Mac</strong></span></p>
<p>Karena beberapa bulan belakangan saya menggunakan Hackintosh Leopard 10.5.2, maka kebiasaan-kebiasaan selama beberapa bulan tersebut pun saya coba terapkan di Lucid Lynx. Dan beruntunglah, di <em>repository</em>-nya telah tersedia aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan, ditambah lagi dukungan dari tema <em>default</em>; Ambience, yang telah mengadopsi <em>mac like control bar</em> (tombol kontrol <em>Close</em>, <em>Minimize</em>, dan <em>Maximize</em> pada tiap jendela) dengan meletakkannya di sebelah kiri, sehingga tidak diperlukan lagi cara manual dengan mengedit entri tersebut pada gconf-editor <img src='http://idrus.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Compiz Cube Lucid Lynx" src="http://lh3.ggpht.com/_oL1jBL8WDoY/S_iaLe9Vb0I/AAAAAAAABps/q95ZCrPGtXM/s400/Compiz-Cube-Lucid-Lynx.jpg" alt="" width="400" height="250" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Compiz Expo Lucid Lynx" src="http://lh3.ggpht.com/_oL1jBL8WDoY/S_iaLUx5_1I/AAAAAAAABpw/6L7KyCA1cnE/s400/Compiz-Expo-Lucid-Lynx.jpg" alt="" width="400" height="250" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Compiz Scale Lucid Lynx" src="http://lh4.ggpht.com/_oL1jBL8WDoY/S_iaLhqJsHI/AAAAAAAABp0/11s0wCEWhKo/s400/Compiz-Scale-Lucid-Lynx.jpg" alt="" width="400" height="250" /></p>
<p>Untuk menghias <em>desktop</em> Lucid Lynx menjadi mirip seperti Mac, saya hanya tinggal menambahkan aplikasi-aplikasi semisal Cairo Dock, CompizConfig Settings Manager, Simple CompizConfig Settings Manager, dan Screenlets. Kemudian menyesuaikan pengaturan pada masing-masing aplikasi sesuai dengan pengaturan pada Mac. Untuk mendapatkan fungsi Dashboard misalnya, pada CompizConfig Settings Manager cukup berikan tanda centang pada opsi &#8216;Widget Layer&#8217;. Kemudian atur beberapa <em>widget</em> pada Screenlets untuk di &#8216;Treat as Widget&#8217;. <em>That&#8217;s all</em>. Dan ketika tombol F9 (dapat juga diganti menjadi F12) pada <em>keyboard</em> ditekan, maka akan tampil <em>layer widget</em> laiknya Dashboard pada Mac.</p>
<p>Begitu pula untuk menerapkan &#8216;Spaces&#8217; di Lucid Lynx, pada CompizConfig Settings Manager, cukup aktifkan <em>plugin</em> &#8216;Expo&#8217;. Dan untuk mendapatkan efek &#8216;Expose&#8217;, cukup aktifkan plugin &#8216;Scale&#8217;. Kemudian untuk menerapkan &#8216;Expose Show Desktop&#8217;, berilah tanda centang pada &#8216;Show desktop&#8217;. Untuk <em>keyboard</em> <em>shortcut</em>nya, bisa disesuaikan pada pengaturan <em>plugin</em> Compiz yang bersangkutan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Full Desktop Lucid Lynx" src="http://lh6.ggpht.com/_oL1jBL8WDoY/S_iaMFPxqsI/AAAAAAAABp4/LZ7G0Wnfu2k/s400/Full-Desktop-Lucid-Lynx.jpg" alt="" width="400" height="250" /></p>
<p>Beralih ke Dock, saya lebih menyukai Cairo Dock daripada Avant Window Navigator (AWN), Docky, SimDock, dsb, dengan alasan konfigurasi dan kemampuan yang ditawarkan oleh Cairo Dock lebih beragam dan lebih banyak. Ditambah lagi dengan dukungan <em>plugin</em> yang dapat meningkatkan kemampuannya.</p>
<p><span style="font-size: medium;"><strong>Beberapa Aplikasi Must Have</strong></span></p>
<p>Dengan aplikasi standar bawaan instalasi, sebenarnya telah memampukan pengguna untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan standar, misal; membuat dokumen, dsb. Namun, bila menginginkan kemampuan lebih, tentulah dibutuhkan koneksi ke internet guna mendownload paket-paket yang ingin dipasang ke komputer, atau bisa juga menggunakan DVD <em>repository</em> yang bisa didapatkan dari beberapa penjualnya di jagad maya, misalnya di <a href="http://juragan.kambing.ui.ac.id/">http://juragan.kambing.ui.ac.id</a>.</p>
<p>Bila memiliki koneksi internet yang memadai, menggunakan <em>repository</em> <em>online</em> pun pilihan yang sangat baik dikarenakan <em>repository</em> <em>online</em> selalu tersinkronisasi dengan <em>server</em> <em>repository</em> pusat Ubuntu, sehingga bila ada paket-paket versi terbaru, kita dapat segera meng-<em>update</em>-nya. Saya sendiri memilih <em>server</em> <a href="http://ubuntu.pesat.net.id/">http://ubuntu.pesat.net.id/</a> sebagai <em>server</em> <em>repository</em> <em>online</em> pilihan sesuai saran berdasarkan <em>benchmark</em> yang dilakukan oleh Lucid Lynx.</p>
<p>Oke, berikut beberapa aplikasi tambahan yang menurut saya penting untuk diinstal;</p>
<ul>
<li>Ubuntu 	Restricted Extras; codec <em>proprietary</em> untuk memutar file-file 	mp3, avi, dsb. Disarankan untuk menginstalnya melalui Terminal 	dengan mengetikkan; sudo apt-get install ubuntu-restricted-extras</li>
<li>Audacity; 	<em>editor audio open source</em></li>
<li>Adobe AIR</li>
<li>Adobe Reader</li>
<li>Cairo Dock</li>
<li>Banshee; 	pemutar <em>audio</em> favorit</li>
<li>GNOME Do; 	<em>tool/launcher</em> untuk mempermudah penggunaan sistem laiknya 	Spotlight ataupun QuickSilver di Mac</li>
<li>Wine; untuk 	menjalankan aplikasi Windows di Linux</li>
<li>Bluefish; 	<em>editor</em> PHP, HTML, CSS, dsb</li>
<li>VirtualBox; 	<em>virtual machine</em>, untuk menginstal sistem operasi lain secara 	<em>virtual</em> tanpa mempengaruhi sistem induk</li>
<li>Qwit; twitter 	<em>client</em></li>
<li>FileZilla; FTP 	<em>client</em></li>
<li>Multiget; 	<em>download manager</em></li>
<li>AcetoneISO; 	untuk <em>mounting</em> dan konversi <em>disc image</em></li>
<li>GNOME Mplayer 	dan/atau VLC; <em>multimedia player</em></li>
<li>TuxGuitar; 	<em>editor tablature</em> laiknya GuitarPro, namun tanpa dukungan 	Realistic Sound Engine (RSE) laiknya di GuitarPro</li>
<li>XBMC; <em>media 	center</em></li>
<li>Cheese; 	memfungsikan webcam untuk mengambil gambar/<em>video</em></li>
<li>Istanbul 	dan/atau gtk-RecordMyDesktop; perekam <em>desktop</em> laiknya 	Camtasia Studio</li>
<li>HandBrake; 	<em>media transcorder</em>, untuk mengonversi file-file <em>multimedia</em> dari satu format ke format lain</li>
<li>Ubuntu Tweak; 	<em>tool</em> untuk <em>tweaking</em> dan kustomisasi Ubuntu</li>
<li>CompizConfig 	Settings Manager dan Simple CompizConfig Settings Manager; untuk 	kustomisasi Compiz Fusion</li>
<li>Pidgin; 	<em>multi-client instant messaging</em></li>
<li>GIMP; <em>editor</em> gambar laiknya Photoshop</li>
<li>StarDict; kamus 	<em>online/offline</em> dengan dukungan beragam bahasa</li>
<li>Gufw; <em>firewall</em> dengan GUI yang <em>user-friendly</em> guna melindungi sistem dari 	serangan para penjahat dunia maya</li>
</ul>
<p>Dan masih banyak lagi perangkat lunak pendukung lainnya yang dapat digunakan untuk tugas-tugas tertentu, misal; Blender, InkScape, Scribus, Gambas, Thunderbird, Skype, dsb.</p>
<p><span style="font-size: medium;"><strong>Sedikit Kekecewaan</strong></span></p>
<p>Dibalik semua kelebihan yang ditawarkan oleh Lucid Lynx ini, ternyata masih menyimpan sedikit hal yang membuat saya kecewa. <em>Well</em>, kekesalan mungkin tidak sepantasnya ditumpahkan kepada <em>developer</em> Ubuntu berserta komunitasnya, melainkan kepada <em>vendor</em>. Ya, <em>vendor</em> <em>printer</em> Canon Pixma iP1600. <em>Printer</em> lawas saya yang telah setia menemani beragam aktivitas cetak-mencetak selama beberapa tahun belakangan ini tidak dapat digunakan sama sekali. <em>Driver</em> Canon iP2200 yang dikonversi dari format paket RedHat Package Manager (RPM) ke paket DEB menggunakan <a href="http://kitenet.net/~joey/code/alien/" target="_blank">alien</a>, kini tidak dapat lagi digunakan. Pun begitu dengan Turboprint 1.96-4 yang saya dapatkan dari salah satu situs berbagi file, sama sekali tidak dapat diinstal dengan alasan <em>dependency not satisfiable</em>. Sedangkan Turboprint versi 2 ke atas, saya belum menemukan <em>keyfile</em>-nya, dan untuk membeli lisensi asli dengan biaya puluhan dollar per-tahun, sungguh bukan hal yang ringan bagi saya. Dan terpaksa untuk menge-<em>print</em> suatu dokumen, saya masih harus mengandalkan komputer rumah yang sengaja masih menggunakan sistem operasi Microsoft Windows. Canon oh Canon&#8230; kapankah kau akan memberikan dukungan kepada kami para pengguna Linux ini? Karena beberapa produkmu tidak dapat berjalan sempurna tanpa dukungan <em>driver</em> resmi darimu&#8230; <img src='http://idrus.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idrus.net/2010/05/23/ubuntu-10-04-lucid-lynx-pandangan-pertama.shtml/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waiting to Welcome Lucid Lynx</title>
		<link>http://idrus.net/2010/04/25/waiting-to-welcome-lucid-lynx.shtml</link>
		<comments>http://idrus.net/2010/04/25/waiting-to-welcome-lucid-lynx.shtml#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2010 05:59:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xvader</dc:creator>
				<category><![CDATA[FOSS and Linux]]></category>
		<category><![CDATA[News and Information]]></category>
		<category><![CDATA[Lucid Lynx]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idrus.net/?p=924</guid>
		<description><![CDATA[Well, Ubuntu 10.04 Lucid Lynx LTS (Long Term Support) will be released in the next few days. Sure, I can&#8217;t wait this release to come and installed on my computer. Right now, I&#8217;m using Mac OS X Leopard (Hackintosh) 10.5.2, just for learning purposes. Mac OS X is a great operating system, though. Its sleek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><script src="http://www.ubuntu.com/files/countdown/display2.js" type="text/javascript"></script></center></p>
<p>Well, Ubuntu 10.04 Lucid Lynx LTS (Long Term Support) will be released in the next few days. Sure, I can&#8217;t wait this release to come and installed on my computer. Right now, I&#8217;m using Mac OS X Leopard (Hackintosh) 10.5.2, just for learning purposes. Mac OS X is a great operating system, though. Its sleek visual and usability design makes me feel comfortable to use it for a long time. But, because it is a pirated version of Mac OS X, there were many bugs in it. Sometimes the bugs annoying that much! Which makes me mad! The installed softwares are also 80% pirated versions; Parallels Desktop, Microsoft Office 2008, Adobe softwares, Transmit, iLife 2008, etc. Hope the latest version of Ubuntu offers many improvements <img src='http://idrus.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/worship.gif' alt='(worship)' class='wp-smiley' /> Can&#8217;t wait to come back to Ubuntu! <img src='http://idrus.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idrus.net/2010/04/25/waiting-to-welcome-lucid-lynx.shtml/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

