<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Idrus Fhadli's Blog &#187; Nyanyikan Lagu Perang</title>
	<atom:link href="http://idrus.net/tag/nyanyikan-lagu-perang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://idrus.net</link>
	<description>read my mind but don't kill my kind(ness)</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Apr 2012 14:02:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<image>
  <link>http://idrus.net</link>
  <url>http://xvader.110mb.com/favicon.ico</url>
  <title>Idrus Fhadli's Blog</title>
</image>
		<item>
		<title>Nyanyikan Lagu Perang</title>
		<link>http://idrus.net/2009/12/12/nyanyikan-lagu-perang.shtml</link>
		<comments>http://idrus.net/2009/12/12/nyanyikan-lagu-perang.shtml#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 08:40:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xvader</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Blacklight Shines On]]></category>
		<category><![CDATA[Koil]]></category>
		<category><![CDATA[Nyanyikan Lagu Perang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idrus.net/?p=710</guid>
		<description><![CDATA[Err&#8230; lirik lagu-lagu band Indonesia yang marak akhir-akhir ini apa ya? *pertanyaan retoris* Yap, cinta, cinta, dan cinta. Sepertinya tema cinta merupakan tema yang seakan tidak akan usang dan tiada habisnya untuk diangkat kedalam lirik lagu. Tapi tidakkah para arranger lirik tersebut tahu bahwa ternyata ada yang sudah merasa bosan dan eneg dengan lirik bertemakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Err&#8230; lirik lagu-lagu band Indonesia yang marak akhir-akhir ini apa ya? <em>*pertanyaan retoris*</em> <img src='http://idrus.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/tongue.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-710"></span></p>
<p>Yap, cinta, cinta, dan cinta. Sepertinya tema cinta merupakan tema yang seakan tidak akan usang dan tiada habisnya untuk diangkat kedalam lirik lagu. Tapi tidakkah para arranger lirik tersebut tahu bahwa ternyata ada yang sudah merasa bosan dan eneg dengan lirik bertemakan cinta tersebut! Salah satunya saya <em>*kalem*</em> <img src='http://idrus.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/tongue.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mengapa bosan dengan tema-tema cinta? Entahlah&#8230; Mungkin karena terasa monoton kali ya <img src='http://idrus.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/tongue.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> Oiya, saya juga pernah membaca quote berikut di salah satu forum, <em>&#8220;too much love should kill you.&#8221;</em></p>
<p>Setelah mondar-mandir sana kemari, ternyata ada juga band lokal yang tidak melulu bernyanyi lagu-lagu cinta, Koil misalnya. Melalui lagu <em>&#8220;Nyanyikan Lagu Perang&#8221;</em> ini, mereka seakan bercerita tentang realita. Ya, realita bangsa. Mental pengangguran. Dan kecengengan.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-711" title="Koil Blacklight" src="http://idrus.net/wp-content/uploads/2009/12/Koil-Blacklight.jpg" alt="Koil Blacklight" width="200" height="184" /></p>
<p>Berikut saya kopaskan liriknya:</p>
<blockquote><p><em>Sampai kapan kau akan menungguku<br />
Sampai beruban dan waktu terus berlalu</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Hei! Hei!<br />
Tidakkah kau bosan menyanyikan keluhan<br />
Hei! Hei!<br />
Mengharap belas kasih atas mental pengangguran</em></p>
<p><em>Pasti ada cara untuk mencari uang<br />
Pasti ada cara untuk bersenang-senang<br />
Badai pasti datang kita tak akan menang<br />
Mengapa harus bimbang?</em></p>
<p><em>Hei! Hei! Hei!</em></p>
<p><em>Kita orang pintar dengan otak bersinar<br />
Hanya perlu semangat untuk hidupi rakyat<br />
Kita orang pintar dengan otak bersinar<br />
Perlu lagu perang untuk membungkam setan<br />
(Setan, setan, setan, setan, setan, setan, setan, setan)</em></p>
<p><em>Kamu berdendang lagu putus cinta<br />
Mencari harapan kembali dengannya<br />
Kamu kumandangkan syair keluguan<br />
Berharap keadilan di muka dunia</em></p>
<p><em>Keluguan menjerumuskan<br />
Melukai teman tanpa kesadaran<br />
Dan keluguan menjerumuskan, melukai teman<br />
Ikatkan diri pada kesengsaraan</em></p>
<p><em>Sampai kapan kau akan terus menunggu<br />
Mendengar buaian lagu-lagu merindu<br />
Dari seorang biduan yang punya banyak pasangan<br />
Dari seorang pahlawan yang menambah garis kemiskinan<br />
Dari seorang sastrawan yang menulis sejarah kebohongan<br />
Dari seorang bersinar hitam yang mengaku dirinya Tuhan</em></p>
<p><em>Nyanyikan lagu perang</em></p>
<p><em>Hei! Hei! Hei!</em></p>
<p><em>Kita bukan penguasa<br />
Kita rakyat jelata bekerja dan berdoa</em></p>
<p><em>Hei! Hei! Hei!</em></p>
<p><em>Kita bangsa yang besar<br />
Berdirilah yang tegar, berdirilah yang tegar</em></p>
<p><em>Hei! Hei! Hei!</em></p>
<p><em>Heeii i i i…!</em></p></blockquote>
<p>Fiuh, what a powerful lyric! <img src='http://idrus.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ternyata masih ada juga warna lirik lagu di Indonesia ini, sebelumnya saya kira cuma hitam putih cinta saja <img src='http://idrus.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/tongue.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Profil Koil dapat dibaca <a href="http://koillirik.blogspot.com/2009/01/profil-band.html" target="_blank">di sini</a>.<br />
Lagu ini dapat didownload <a href="http://www.indowebster.com/KoiL_Nyanyikan_Lagu_Perang__1.html" target="_blank">di sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idrus.net/2009/12/12/nyanyikan-lagu-perang.shtml/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

