Dan Disinilah Aku
dan disinilah aku
termenung sendiri
lalu lalang sunyi
tak lagi sulit kucari
karena dia selalu datang
hinggap, lekat, dan terus menemani
malam selalu hitam
seperti malam-malam lainnya
tak ada terang bulan sama sekali
gelap… senyap…
terbayang kau disana
“apa kabar?” bisikku
angin malam terus mendesir
membawa lalu kata-kataku
ah! angin malam memang tak dapat dipercaya! selalu ingkar!
berapa banyak salamku yang tak disampaikannya padamu…
dan kali ini juga? ia merobek-robeknya ditengah jalan…
yang kau terima hanya tinggal retakan-retakan kosong
balutan rasa benci itu menyelimuti
ngilu hingga ke tulang-tulang
benci tuk mengingkari
bahwa ku tak dapat melupakanmu
benci pada angin malam
yang selalu menyapa dengan dingin
andai kau dan angin malam mengerti
betapa pedih hati ini…
—
Cengkeh 7
23 November 2008
22:40





