<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Idrus Fhadli's Blog &#187; Poems</title>
	<atom:link href="http://idrus.net/tag/puisi-ga-jelas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://idrus.net</link>
	<description>read my mind but don't kill my kind(ness)</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Apr 2012 14:02:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<image>
  <link>http://idrus.net</link>
  <url>http://xvader.110mb.com/favicon.ico</url>
  <title>Idrus Fhadli's Blog</title>
</image>
		<item>
		<title>Surat Untuk Kekasihku</title>
		<link>http://idrus.net/2011/01/29/surat-untuk-kekasihku.shtml</link>
		<comments>http://idrus.net/2011/01/29/surat-untuk-kekasihku.shtml#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Jan 2011 07:23:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xvader</dc:creator>
				<category><![CDATA[Stories and Inspirations]]></category>
		<category><![CDATA[poem]]></category>
		<category><![CDATA[Poems]]></category>
		<category><![CDATA[poetry]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Romantis]]></category>
		<category><![CDATA[Sajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idrus.net/?p=1032</guid>
		<description><![CDATA[Kekasihku&#8230; Mungkin aku memang tak romantis, tapi siapa peduli? Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku. Bagiku, kau bukan bunga, tak mampu aku samakan dirimu dengan bunga-bunga terindah dan terharum sekalipun. Bagiku, manusia adalah makhluk terindah, tersempurna, dan tertinggi. Bagiku, dirimu adalah salah satu manusia terindah, tersempurna, dan tertinggi, karena kau tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kekasihku&#8230;</p>
<p>Mungkin aku memang tak romantis, tapi siapa peduli? Karena <em>toh</em> kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku. Bagiku, kau bukan  bunga, tak mampu aku samakan dirimu dengan bunga-bunga terindah dan  terharum sekalipun. Bagiku, manusia adalah makhluk terindah,  tersempurna, dan tertinggi. Bagiku, dirimu adalah salah satu manusia  terindah, tersempurna, dan tertinggi, karena kau tak membutuhkan  persamaan.</p>
<p><span id="more-1032"></span></p>
<p>Kekasihku&#8230;</p>
<p>Jangan biarkan aku  menatapmu penuh, karena itu akan membuatku mengingatmu. Berarti memenuhi  kepalaku dengan inginkanmu. Berimbasnya dengan tersusunnya gambarmu  dalam tiap dinding khayalku. Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh  jiwa, sesemangat mentari. Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam  khayalku yang masih penuh lumpur, dirimu terlalu suci.</p>
<p>Kekasihku&#8230;</p>
<p>Berdua  habiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung. Ada ingin tapi tak  ada henti. Menyetuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski  ujung penutupmu pun tak berani kusentuh. Jangan pernah kalah oleh mimpi  dan inginku karena sucimu, indahmu kau pertaruhkan. Mungkin kau tak  peduli, tapi kau hanya akan menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau  kalah, tak lebih dari wanita biasa.</p>
<p>Kekasihku&#8230;</p>
<p>Jangan  pernah kau tatap aku penuh, bahkan kau tak perlu lirikkan matamu untuk  melihatku. Bukan karena aku terlalu indah, tapi aku seorang manipulator.  Aku biasa memasangkan topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan  pakaian sutra emas meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari  kubangan lumpur. Kau memang suci, tetapi masih sangat mungkin  termanipulasi. Karena toh kau hanya manusia, hanya wanita, meski kau  wanita suci.</p>
<p>Kekasihku&#8230;</p>
<p>Beri dia sepenuh diri  sang lelaki suci yang sepenuh diri bawamu pada Tuhan. Untuk-Nya dirimu  ada. Itu kata otakku, terukir dalam kitab suci, tak perlu pikir lagi,  tunggu sang lelaki suci menjemputmu dalam rangkaian khitbah dan akad.  Atau kejar sang lelaki suci itu hakmu, seperti dicontohkan Ibunda  Khadijah. Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab  suci.</p>
<p>Kekasihku&#8230;</p>
<p>Bariskan harapmu pada barisan  istikharah sepenuh arti ikhlas. Relakan Tuhan pilihkan lelaki suci  bagimu, mungkin sekarang atau nanti&#8230; bahkan mungkin tak ada sampai kau  mati. Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di  alam permainan saat ini. Mungkin lelaki suci itu menanti di istana  kekalmu yang kau bangun dengan kekhusyukan ibadah.</p>
<p>Kekasihku&#8230;</p>
<p>Pilihan  Tuhan tak selalu seindah inginmu, tapi itulah pilihan-Nya. Tak ada yang  lebih baik dari pilihan Tuhan. Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki  terpilih itu, melainkan ada pada jalan yang kau pilih itu seperti kisah  seorang wanita di masa lalu yang meminta mahar keislaman sebagai mahar  pernikahan. Atau kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima  keputusan sang kekasih tertinggi. Kekasih tempat kita (seharusnya)  memberikan semua cinta dan menerima cinta tak terhingga dalam tiap detik  hidup kita.</p>
<p>&#8212;</p>
<p><em> Disadur dengan sedikit perubahan dari &#8220;Cerita Sebuah Pensil&#8221; karya Vanny Chrisma W.</em></p>
<p>Note: Saya suka rangkaian kata-katanya, maka saya salinkan di sini. <img src='http://idrus.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/scenic.gif' alt='(scenic)' class='wp-smiley' /> <em> </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idrus.net/2011/01/29/surat-untuk-kekasihku.shtml/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dan Disinilah Aku</title>
		<link>http://idrus.net/2008/11/25/dan-disinilah-aku.shtml</link>
		<comments>http://idrus.net/2008/11/25/dan-disinilah-aku.shtml#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 10:20:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xvader</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poems]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idrus.net/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[dan disinilah aku termenung sendiri lalu lalang sunyi tak lagi sulit kucari karena dia selalu datang hinggap, lekat, dan terus menemani malam selalu hitam seperti malam-malam lainnya tak ada terang bulan sama sekali gelap&#8230; senyap&#8230; terbayang kau disana &#8220;apa kabar?&#8221; bisikku angin malam terus mendesir membawa lalu kata-kataku ah! angin malam memang tak dapat dipercaya! [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dan disinilah aku<br />
termenung sendiri</p>
<p>lalu lalang sunyi<br />
tak lagi sulit kucari<br />
karena dia selalu datang<br />
hinggap, lekat, dan terus menemani</p>
<p>malam selalu hitam<br />
seperti malam-malam lainnya<br />
tak ada terang bulan sama sekali<br />
gelap&#8230; senyap&#8230;</p>
<p>terbayang kau disana<br />
&#8220;apa kabar?&#8221; bisikku<br />
angin malam terus mendesir<br />
membawa lalu kata-kataku</p>
<p>ah! angin malam memang tak dapat dipercaya! selalu ingkar!<br />
berapa banyak salamku yang tak disampaikannya padamu&#8230;<br />
dan kali ini juga? ia merobek-robeknya ditengah jalan&#8230;<br />
yang kau terima hanya tinggal retakan-retakan kosong</p>
<p>balutan rasa benci itu menyelimuti<br />
ngilu hingga ke tulang-tulang<br />
benci tuk mengingkari<br />
bahwa ku tak dapat melupakanmu<br />
benci pada angin malam<br />
yang selalu menyapa dengan dingin</p>
<p>andai kau dan angin malam mengerti<br />
betapa pedih hati ini&#8230;</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Cengkeh 7<br />
23 November 2008<br />
22:40</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idrus.net/2008/11/25/dan-disinilah-aku.shtml/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Ingin Terbang Tinggi</title>
		<link>http://idrus.net/2008/08/30/aku-ingin-terbang-tinggi.shtml</link>
		<comments>http://idrus.net/2008/08/30/aku-ingin-terbang-tinggi.shtml#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 08:56:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>xvader</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poems]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[arts]]></category>
		<category><![CDATA[ingin]]></category>
		<category><![CDATA[photo]]></category>
		<category><![CDATA[Photos]]></category>
		<category><![CDATA[poetry]]></category>
		<category><![CDATA[terbang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idrus.net/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Ya, aku ingin terbang tinggi, tinggi, tinggi sekali&#8230; Sejenak memanjakan kaki-kakiku ini dari kusamnya raut muka dunia Bebas, lepas, menjejaki gumpalan awan&#8230; Aku ingin terbang tinggi, tinggi, tinggi sekali&#8230; Menikmati sisi lain selain kelamnya cahaya dunia Bercengkrama dan bersenda gurau dengan hembusan udara langit&#8230; Aku ingin terbang tinggi, tinggi, tinggi sekali&#8230; Sembuhkan beberapa luka dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-36 aligncenter" title="langit-di-atas-sorong" src="http://idrus.net/wp-content/uploads/2008/08/langit-di-atas-sorong-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align: center;">Ya, aku ingin terbang tinggi, tinggi, tinggi sekali&#8230;<br />
Sejenak memanjakan kaki-kakiku ini dari kusamnya raut muka dunia<br />
Bebas, lepas, menjejaki gumpalan awan&#8230;</p>
<p style="text-align: center;"><span id="more-37"></span></p>
<p style="text-align: center;">Aku ingin terbang tinggi, tinggi, tinggi sekali&#8230;<br />
Menikmati sisi lain selain kelamnya cahaya dunia<br />
Bercengkrama dan bersenda gurau dengan hembusan udara langit&#8230;</p>
<p style="text-align: center;">Aku ingin terbang tinggi, tinggi, tinggi sekali&#8230;<br />
Sembuhkan beberapa luka dalam diri hingga tak berbekas lagi&#8230;<br />
Menikmati pijaran hangat mentari, sendiri saja&#8230;</p>
<p style="text-align: center;">Ketika ku telah puas terbang tinggi, tinggi, tinggi sekali&#8230;<br />
Aku ingin turun<br />
Menjejakkan kembali kaki-kakiku keatas ranah hina dunia<br />
Dan aku ingin torehkan<br />
Segaris perubahan yang berarti<br />
Yang kadang kuanggap tak mungkin terjadi</p>
<p>Cengkeh 7<br />
29 Agustus 2008<br />
20:39</p>
<p>&#8212;<br />
Keterangan foto:<br />
Judul: Langit di Atas Sorong<br />
Karya: Ibnu Rusyid (Komunikasi 2004), my friend and my teacher in photography&#8230;<br />
Kamera: Olympus E-500, exposure time 1/320 seconds, ISO 100, max aperture F 3.50, focal length 28 mm, image resized using Adobe Photoshop CS2.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idrus.net/2008/08/30/aku-ingin-terbang-tinggi.shtml/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

